sebelum waktu disesali

Filed under:mensyukuri hari — posted by tedi on October 19, 2009 @ 6:33 am


Malam minggu, saat nya silaturahim.., kali ini ke teman di daerah Bambu apus, yang masih pengantin baru, menikah seminggu setelah lebaran, dan ini kali pertama kami bertemu dari berpisah semenjak bulan ramadhan, karena ia pulang kampung. Perpisahan yang baru sebulan itu, rasanya sudah berbulan bulan, ada rasa rindu, yang entah dari mana asalnya, padahal tak ada yang istimewa dari setiap pertemuan kami, kadang kami bertemu di pelataran mesjid, di warung makan, atau di tempat – tempat biasa.., tapi entahlah.., ada rasa bahagia kala bertemu, dan masih ingin berlama- lama saat harus berpamitan. “kok datangnya sore sih.., jadi kita cuma sebentar kan ketemunya…” ucap temen saya sambil memegang stang motor saya, sedikit menahan. “ga apa-apa, kamu kan masih ada acara, lain kali insyaallah kita lanjut…”sambil mulai menghidupkan motor dan kemudian saya berpamitan

Lebih sebentar dari sekejap - rasanya, silaturahim kami saat itu, karena saya datang terlalu sore, sedangkan ia masih ada acara lain selepas maghrib. Jika kuasa, ingin rasanya mem-pause  detik, supaya berhenti dulu berdetak, barang sejenak. Tapi waktu tak pernah berhenti.., baik saat kita tersenyum bahagia, maupun saat kita menangis sedih, detik senantiasa berdetak.

(more…)

Mushaf bawang merah

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on October 14, 2009 @ 8:17 am

Kalau ga salah, waktu SD, terkahir saya mengiris bawang.., dan sekarang saya melakukan lagi., nostalgia masa – masa kecil, saat pertama belajar masak, walau cuma masak telur atau di tambah nasi goring, saat ibu tak ada di rumah. Dan fenomena yang sama terjadi lagi, mata saya menangis.., kenapa ya ? bawang merah kok di tangisin..? katanya dalam “tubuh” bawang merah terdapat enzim allinese, yang saat di iris, akan keluar dan bereaksi terhadap mata kita, sehingga keluarlah air mata, jika dalam keadaan yang cukup, air mata tersebut bagus untuk membersihkan mata dari debu dan kotoran lainnya, tapi jika berlebihan, maka akan terjadi iritasi. Tanpa air mata, betapa perihnya mata kita, karena tak ada system yang melindungi.

Malu .., kalau ketahuan sama temen, si saya masak, sambil nangis…, kasian deh gue.., belum ada yang masakin.., saya tahan – tahan supaya tak mencucurkan air mata, tetep aja keluar… tapi perjuangan tetap harus di lanjutkan, dan akhirnya goreng telor special, sudah tersaji, siap santap di temani kecap asin dan kerupuk. Alhamdulillah….

Tentang fenomena menangis, yang menjadi bagian dari kehidupan manusia, ternyata memang hadir tak
kebetulan, menangis sebagai rival abadi tertawa, ternyata di atur oleh Allah swt, termasuk Dia lah yang menjadikan bawang merah memiliki zat tertentu yang bisa mencucurkan air mata.

“dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis” (QS. 53 : 43)
(more…)

berpamitan dengan ke”rata-rata”an

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on October 7, 2009 @ 8:07 am

Jalan – jalan pagi hari,memang sangat menyegarkan, setidaknya belum banyak kendaraan yang berlalu lalang yang dengan enaknya berinfak racun, juga baru sedikit orang yang mulai beraktifitas,sehingga dunia pagi menjadi lengang dan menginspirasi.  Apalagi memasuki musin hujan, lengkap sudah kesegarannya, tetesan air yang masih menggantung diujung daun, genangan air yang masih menyisa di pinggiran jalan, kaca yang masih berembun, seakan belum mau beranjak sebelum bertemu senyum hangat sinar mentari pagi.

Hujan yang turun tadi malam, tak menyurutkan Bu le tukang nasi uduk untuk tetap menjajakan dagangannya, para tukang ojeg sudah mulai mengelap motornya, ibu – ibu tetap semangat membawa jinjingan dari pasar, bapak – bapak yang masih asyik ngobrol di pelataran mesjid, atau ibu – bapak yang sedang menyapu halaman rumahnya. Memang musim hujan membuat pepohonan dan tumbuhan menjadi lebih segar,tapi juga banyak daunnya yang berguguran. Di setiap halaman rumah, atau di pinggir jalan, ternyata ada berbagai macam tumbuhan dan pepohonan, ada bunga – bunga dengan berbagai macam warna, ada tanaman dengan berbagai macam fungsi, ada pepohonan dengan berbagai macam buah. Subhanallah…, maha besar ciptaanNya, pasti tidak ada yang sia-sia.

(more…)

Petani, dan harapan anak shaleh

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on October 4, 2009 @ 2:47 pm

 

Wuuiihh.., suasana desa memang segar.., hening, tak ada hingar bingar klakson, teriakan kondektur, apalagi marah-marahan antar pengguna jalan, tergantikan dengan merdunya kicau burung, sapaan lembut semilir angin berpadu dengan gemercik air jernih, menjadi pertunjukan orchestra alam yang sungguh memukau. Pemandangan sawah yang menghampar, gunung yang kokoh menjulang, awan putih yang berserakan, langit biru yang begitu sejuk, sesejuk wajah ramah para penduduk desa. Ingin rasanya selalu menjadi bagian dari keramahan mereka, yang sebagian kulitnya matang terpanggang sinar mentari, sebagian pakaiannya berhias lumpur sawah, namun gurat ramah dan santun tampak jelas terukir di wajah mereka.

Menanam, memelihara, lalu memanen, yang sebagian hasilnya di jual, sebagiannya lagi di makan (dan di sedekahkan), saya fikir begitulah ritme kehidupan mereka. Walau kadang panennya melimpah, kadang biasa, bahkan kadang terserang hama dan bencana. Tapi saya yakin, setiap petani, menginginkan panen yang melimpah dan menguntungkan.

parnotani.jpg

Kalau boleh menerka, setidaknya ada 4 unsur untuk mendapat panen yang menguntungkan, yaitu  : 1)Petani yang unggul, 2) Tanah yang subur, 3) Lingkungan yang mendukung, dan 4) Pemeliharaan yang intens dan terus berlangsung.

(more…)

[pengajian alam] Cicak dan pemaknaan kehidupan

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on October 2, 2009 @ 7:22 am

Semut-semut berdatangan, berkerumun, berkoloni menuju satu tujuan, seonggok bangkai kecil, putih kehitaman…, “apa itu ya.. ?” ohh ternyata…cicak malang,kasian..

Seonggok bangkai tanpa pemakaman, tanpa diiringi saudara-saudara yang menangisi, melainkan di selimuti eforia koloni semut yang menikmati. Ya..cicak itu sudah mengakhiri cerita hidupnya, nyawanya telah meninggalkan badan kecilnya,dan selesai sudah segalanya.…

Adapun kita, makhluk hidup bernama manusia, juga sama akan menemui titik akhir dari cerita hidup kita, namun apakah sama menjadi seonggok bangkai yang tanpa pemakaman, dan tanpa tangis handai taulan, kita tak tau ?, atau seperti umumnya manusia sebagai makhluk yang di muliakan, kita di mandikan, di kafani, dan di kubur dalam tanah, tak di biarkan bergelimpangan, lengkap dengan tangisan saudara dan teman-teman, kita juga tak bisa memastikan ?, atau kita sama mengakhiri rangkaian cerita hidup kita, sama dikafani, di shalatkan dan di kuburkan, namun tak hanya di iringi tangisan orang yang mencintai kita, tapi juga di tangisi bumi yang kehilangan oleh amal baiknya, dan langit karena kehilangan do’a-do’anya, semoga demikikan, walau tetap kita tak bisa memastikan ? yang bisa kita lakukan ialah berusaha keras untuk konsisten dalam keimanan dan amal shaleh, bukan sebaliknya, mengulur taubat atau bergelimang dalam pembangkangan, seperti Fir’aun dan para pendukungnya, yang kepergiannya tak di tangisi langit maupun bumi

“Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. “  (QS. 44:29)

Jika cerita cicak berakhir bersamaan dengan kematiannya, tidak demikian dengan kita, manusia. Kita masih punya eposide yang mesti di jalani, yaitu pertanggungjawaban, atas setiap amal yang kita lakukan semasa hidup. Yang setiap hari malaikat sibuk mencatatnya, yang setiap waktu bumi yang kita pijak merekamnya, yang setiap saat tangan dan kaki kita menyaksikannya. Sudahkah kita mempersiapkannya ? ataukah kita terlena dengan kesibukan hampa makna, yang akhirnya membawa pada penyesalan tanpa ampunan, dan penderitaan tak berkesudahan. Atau kita menabung, sedikit demi sedikit, dalam setiap hari yang masih dijatahkan, untuk mengundang keridhoanNya dan membangun hunian yang nyaman tak tertandingkan.

(more…)

Menjaga Silaturrahim

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on September 24, 2009 @ 5:08 pm

 

nasihat dari salah satu guru sy Pa Djudju Djumhadi.., mudah2an Allah swt senantiasa membimbignya..

Bersilaturrahim adalah perintah Allah dan Rasul-Nya , Firman Allah :

“ Bertaqwalah kepada Allah, yang kamu bertanya-tanya tentang nama-Nya, peliharalah kekeluargaan“( QS An-Nisaa : 1 )

Rasululloh saw bersabda :

“ Barang siapa yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, hendaklah senantiasa bersilaturrahim “(HR Saikhan )

 djudju.jpg

Cara-cara untuk menjaga silaturrahim diantaranya ialah :

-          Mencintai sesama muslim seperti mencintai dirinya sendiri.

“ Tidaklah sempurna iman seseorang dari kamu semua, sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri “

(more…)

[Pengajian alam] Kuliah subuh ustadz kucing..

Filed under:mensyukuri ramadhan — posted by tedi on September 22, 2009 @ 9:50 pm

“jeplak…!”satu pukulan telak, sudah meratakan tubuh mungil nyamuk itu.., mati seketika.
Tak lama sebelum itu, kucing yg memecahkan gelas tadi malam, mendekat saat saya shalat sunah fajar, seperti pengen kehangatan, pengen disayang, mengeluskan tubuhnya ke bagian kaki kanan atau kiri saya, mengganggu shalat sunah subuh saya.., awalnya saya menggeser posisi, menghindari geliat kucing itu, tapi kucing itu juga seaakan tak mau berpisah…,”ya allah.., sela saya dalam hati ..,jauhkan kucing pengganggu itu…”. Mulai tak sabar.., takut ngegigit.., saya dorong agak kuat dengan kaki kiri…,menjauh, tapi datang lagi.., saya dorong lagi lebih kuat hampir seperti menendang, terpental tapi tetap datang lagi.., padahal sudah mau sujud.., bagaimana kalau kuping saya di gigit ? akhirnya saya putuskan untuk menjinjingnya, saya jepit pundaknya lalu saya lempar ke belakang…, tanpa membatalkan shalat, saya lanjutkan sujud saya…, eh ternyata kucing itu sudah menghampiri lagi saat mau sujud yang kedua…, habis sudah kesabaran .., saya batalkan shalat sunah fajar saya, “eeehhhhh…, ngganggu tau ….!!!”, saya keluar mushola.., dan saya lempar ke halaman, jauuuh…, namun uniknya kucing memang punya keahlian mendarat yang hebat, sehingga tak jatuh terkapar..

Ok…,tersingkir sudah gangguannya, kita lanjutkan ke shalat wajib, harus khusyu.., bisa jadi ini shalat subuh terakhir.., bismillah…, “allaohu akbar….”

didalam shalat..,berkelebat hikmah, entah bersamaan saat membaca ayat,entah saat ruku atau saat sujud, yang jelas adegan ngusir kucing tadi hadir lagi…,astaghfirullah..
selesai shalat, sambil berdzikir, dan sesekali tangan ini tak absen menampar nyamuk yang hinggap di badan.., sebuah pertanyaan menggelayut dalam benak “adakah hikmah yang Allah sajikan untuk mengawali pagi ini..?”
(more…)

[bersyukur hari ini] susu

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on July 19, 2009 @ 10:02 pm

pagi ini,di rumah orang tua, seperti kebiasaan saat masih kecil, ibu suka membuatkan segelas susu atau teh manis…, mungkin di mata ibu, saya masih anak kecil yang masih pantas di buatkan minuman pagi hari, dan tak mengapa, saya tak hendak menolak, jika hal itu membahagiakannya..

alhamdulillah, terimakasih ya Allah, engkau lahirkan hamba dari rahim seorang ibu yang penuh kasih dan pengorbanan, juga terimakasih atas segelas susu hangat tadi pagi..,beri hamba kekuatan untuk berbakti pada kedua orang tua,ringankan beban mereka, dan ampuni khilaf mereka,jadikan kami bisa berkumpul dan menikmati susu di syurgaMu, dan selamatkan kami dari air yang mendidih di nerakaMu, amiin

(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS Muhammad 47 :15)

[hikmah hari ini] kejujuran alam

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on @ 9:22 pm

ketika korek api di nyalakan untuk membakar sampah di tempat pembuangan sampah, ia akan menyala dan panas

ketika korak api di nyalakan oleh sekumpulan orang kaya saat pesta makanan, ia akan menyala dan juga panas

panas nya tak akan lebih besar, hanya gara - gara digunakan di hadapan para orang berada, sebagaimana tak akan lebih redup kala di tangan orang papa,

ia tetap jujur dengan perannya, padahal korek apa ialah benda mati dari sebatang kayu kecil yang di lapisi fosfor dan di gesekan dengan benda mati pula, tapi ia begitu jujur…,

semestinya kita manusia yang di bekali pendengaran, penglihatan dan hati, serta semuanya akan di pertanggung jawabkan, berusaha untuk lebih jujur…

malu lah pada sebatang korek kecil yang sedang menyala, jika kita tak jujur - pada diri - pada orang lain - pada alam - dan pada TUHAN

[buku] Who am I as a Parent (curhat orang tua)

Filed under:Uncategorized — posted by tedi on July 8, 2009 @ 12:25 am


Di sejuknya udara pagi, sambil menghangatkan badan di sinari mentari pagi.., indaaaah sekali…,

Ayat demi ayat al-quran ku baca, sambil menggendong si mungil, sang penerus perjuangan,

Amanah terindah yang di titipkan Tuhan,

Gemes, sayang, syukur, bahagia.., sedikit ku eratkan pelukanku, sambil terus melantunkan tilawah Qur’an, biar dia menjadi generasi Qur’ani kelak.

Ku berhentikan sejenak, karena ingin mencium kening cerahnya…,

Dan…

 

“ted…bangun..bukannya mau kerja ! bangun…bangun, udah hampir jam 7 tuh” ujar temen satu kos saya, Adam. Sambil sedikit berteriak..

 

“masyaallah ternyata hanya mimpi.., kirain tadi yang manggil ibunya anak saya :) , waduh indah juga mimpi tidur sehabis subuh nih.., padahal tadi saya belum sempat tengok siapa ibunya ?, atau siapa saya panggil anak saya ?hehe”

(more…)


next page


image: detail of installation by Bronwyn Lace